Post Top Ad

Post Top Ad

Sunday, May 25, 2014

8:41 PM

Sarung Tangan, Kaus Kaki dan Topi Bayi


Membawa pulang bayi baru dari rumah bersalin biasanya heboh
dengan segala pernik pelindung bayi. Sarung tangan, kaus kaki,
dan topi. Perlukah itu semua?


Terkadang penggunaan sarang tangan, kaus kaki, topi
dan selimut untuk bayi adalah agar bayi lebih hangat 
dan nyaman.
Namun ada pula batasan-batasan penggunaannya
untuk perkembangan si bayi itu sendiri.

Sarung tangan.
 Sarung tangan bayi biasanya bertujuan untuk melindungi
dan menghindarkan kulit muka bayi dari luka goresan kuku panjangnya.
Perhatikan:





  • Sebaiknya sarung tangan tidak dipakaikan terlalu lama.
  • Penggunaannya hanya bila cuaca atau suhu dingin.
  • Gunakan bila tangannya terlihat aktif meraba mukanya.
  • Pemakaian yang terlalu lama bisa mengganggu perkembangan sensorik dan motorik telapak tangan dan jemari bayi. Ia tidak bisa merasakan sensasi dari benda yang dipegangnya.
  • Pilihlah kaus tangan yang terbuat dari bahan yang halus.
Kaus kaki. Kaus kaki biasanya lebih sering digunakan oleh bayi. Perhatikan:
  • Kaus kaki terbuat dari bahan yang halus dan lembut.
  • Pada musim hujan dan suhu sedang dingin, bisa gunakan kaus kaki dari bahan wool.
  • Jangan sampai ada benang yang terlepas pada bagian dalam kaus kaki, karena jari kaki bayi bisa terlilit.
  • Karet di lingkar kakinya jangan terlalu ketat, karena dapat mengganggu peredaran darahnya.
  • Pilihlah kaus kaki yang masih menyisakan ruang kurang lebih 0,5 – 1,5 cm, agar kaki bayi bisa leluasa bergerak.
  • Jaga kebersihan kakinya.
  • Jangan biarkan bayi memakai kaus kaki seharian penuh, karena bisa mengundang jamur tumbuh. Beri kesempatan kaki bayi terkena udara.
Topi. Bayi banyak mengeluarkan panas tubuh melalui kepalanya. Karena itu, salah satu cara menjaga agar tubuhnya tetap hangat adalah dengan menutup kepalanya. Perhatikan:
  • Gunakan topi ketika cuaca atau suhu udara dingin, serta ketika membawa bayi keluar rumah.
  • Pilihlah topi yang terbuat dari bahan yang lembut dan halus, serta memungkinkan terjadi pertukaran udara.
  • Penggunaan topi jangan terlalu lama.
Perlindungan untuk bayi memang perlu, tapi jangan berlebihan, karena malah dapat mengganggu perkembangan dan kesehatan bayi. (PePe)

Saturday, May 24, 2014

9:57 PM

Cara Penyimpanan ASI Perah Dalam Kulkas Dan Prosedur Penggunaannya

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgIAmugMu0FNRxYKMqz7KgogNp_lowW0uQGTdxdwzv9EgvyHKg7Ox4nHNaw2BnFiQz31PksOKw8dyAPMeZPWGLs2iqOdVeLWZJqdvbAJAsTgp70__U1t8XW61FA3pEcjpaZMbRI-1Yp7Bc/s320/menyimpan+asi.jpg
Lama Penyimpanan ASI perah
  • Suhu ruang (19-22C) à 4-10 jam
  • Refrigerator (kulkas bawah) dg suhu 0-4 C à 2-3 hari Ø Freezer pd kulkas berpintu satu (suhu variatif < 4 C) : 2 minggu
  • Freezer pd kulkas berpintu dua (suhu variatif < 4 C) : 3-4 bulan
  • Freezer khusus ( -19C) : 6 bulan atau lebih


Interval waktu amat sangat bervariatif tergantung kondisi dari lokasi penyimpanan. Meski dapat disimpan lebih lama, disarankan agar tidak terlalu lama menyimpan ASI peras. Karena ASI diproduksi sesuai dg kebutuhan pertumbuhan & perkembangan anak. Karenanya jika ibu memiliki ASI peras berlebih tidak ada salahnya didonorkan ke mereka yg membutuhkannya.

Teknik Penyimpanan ASI Perah
  • Siapkan wadah penampung ASI yang mudah disterilkan, biasanya berupa botol bertutup rapat yang terbuat dari bahan tahan panas, bisa terbuat dari kaca, stainless steel, dan plastik yang tidak meleleh jika direndam dalam air panas
  • Gunakan wadah yang volumenya sesuai dengan kebutuhan bayi untuk sekali minum, misalnya 60ml.
  • Jangan pakai botol susu yang berwarna / bergambar, karena ada kemungkinan catnya meleleh jika terkena panas. Wadah untuk menampung ASI sebaiknya terbuat dari bahan yang mudah disterilkan, seperti botol bertutup rapat yang terbuat dari plastik atau gelas yang tahan panas.
  • Sebaiknya gunakan wadah yang volumenya sesuai dengan kebutuhan bayi untuk sekali minum, misalnya 125 ml.
  • Bila ASI tidak diberikan langsung, pastikan penampungan dan penyimpanannya telah steril dan tidak terkontaminasi.
  • Bila ASI perah akan diberikan kurang dari 6 jam, maka tidak perlu di simpan di lemari pendingin. Namun disarankan untuk tidak menyimpan ASI di suhu kamar lebih dari 3 atau 4 jam.
  • Bila perlu disimpan selama 24 jam, segera masukkan ASI perah ke dalam lemari pendingin pada suhu 4 derajat celcius (jangan sampai beku).
  • Bila ASI perah akan digunakan dalam waktu 1 minggu atau lebih, maka ASI perah tersebut harus segera didinginkan dalam lemari pendingin selama 30 menit, lalu dibekukan pada suhu -18 derajat celcius atau lebih rendah. ASI yang sudah dibekukan dapat disimpan antara 3 – 6 bulan.
  • Simpanlah ASI di lemari pendingin bagian tengah, atau di bagian terdalam freezer, karena lokasi-lokasi tersebut memiliki temperatur yang lebih dingin dan konstan.
  • Jangan menyimpan ASI pada rak yang menempel di pintu lemari pendingin karena temperatur di tempat ini mudah berubah ketika pintu dibuka dan ditutup.
  • Beri label setiap wadah ASI yang berisi keterangan kapan ASI tersebut diperah.
  • Jangan mengisi penuh wadah penampung ASI, karena ASI akan memuai saat membeku. Sisakan kurang lebih ¼ bagian kosong.
Tips Penyimpanan
  • ASI yang telah dihangatkan tidak boleh didinginkan lagi untuk diberikan pada bayi di waktu minum berikutnya.
  • Pembekuan yang lama (lebih dari 6 bulan) dapat mengubah komposisi kimia ASI, seperti terjadi penguraian beberapa senyawa lemak dan hilangnya beberapa senyawa yang berfungsi melawan organisme berbahaya. Risiko kontaminasi juga tinggi, jika tiba-tiba listrik padam sehingga susu cair dan dibekukan kembali. Namun sebaiknya ASI beku disimpan sebagai cadangan untuk keadaan darurat, ya Bunda. Jika Anda berada di rumah, susui langsung bayi
  • Jangan lupa bubuhkan label setiap kali Ibu akan menyimpan botol ASI,dengan mencantumkan tanggal dan jam ASI dipompa/peras
  • Bila ASI perah akan diberikan kurang dari 6 jam, maka tidak perlu di simpan di lemari pendingin. Sebaiknya jangan menyimpan ASI di suhu kamar lebih dari 3 atau 4 jam.
  • Bila perlu disimpan selama 24 jam, segera masukkan ASI perah ke dalam lemari pendingin pada suhu 4 derajat celcius (jangan sampai beku).
  • Bila ASI perah akan digunakan dalam waktu 1 minggu atau lebih, maka ASI perah tersebut harus segera didinginkan dalam lemari pendingin selama 30 menit, lalu dibekukan pada suhu -18 derajat celcius atau lebih rendah. ASI yang sudah dibekukan dapat disimpan antara 3 – 6 bulan.
  • Bila mungkin, simpanlah ASI di lemari pendingin bagian tengah, atau di bagian terdalam freezer, karena lokasi-lokasi tersebut memiliki temperatur yang lebih dingin dan konstan.
  • Jangan menyimpan ASI pada rak yang menempel di pintu lemari pendingin karena temperatur di tempat ini mudah berubah ketika pintu dibuka dan ditutup.
  • Jangan mengisi penuh wadah penampung ASI, karena ASI akan memuai saat membeku. Sisakan kurang lebih ¼ bagian kosong.
  • ASI yang telah dihangatkan tidak boleh didinginkan lagi untuk diberikan pada bayi di waktu minum berikutnya.
  • Pembekuan yang lama (lebih dari 6 bulan) dapat mengubah komposisi kimia ASI, seperti terjadi penguraian beberapa senyawa lemak dan hilangnya beberapa senyawa yang berfungsi melawan organisme berbahaya. Risiko kontaminasi juga tinggi, jika tiba-tiba listrik padam sehingga susu cair dan dibekukan kembali.
  • Simpan ASI beku sebagai cadangan untuk keadaan darurat. Jika sedang di rumah, susui bayi.
ASI yang didinginkan tidak boleh direbus bila akan diberikan pada si kecil, karena kualitasnya akan menurun, yaitu unsur kekebalannya. ASI tersebut cukup didiamkan beberapa saat didalam suhu kamar, agar tidak terlalu dingin, atau dapat pula direndam di dalam wadah yang telah terisi air panas.
Pemberian ASI Perah
Perlu diperhatikan, jangan diberikan dengan botol/dot, karena hal ini akan menyebabkan bayi “bingung puting”. Berikan pada bayi dengan cangkir atau sendok, sehingga saat ibu menyusui langsung, bayi tidak menolak menyusu.
  • Jika Anda akan mencairkan ASI perah yang disimpan di lemari pendingin pada suhu 4 derajat Celcius, sebaiknya Anda tidak mencairkannya semalam suntuk pada suhu kamar. Sebaliknya, tidak perlu mencairkan di atas kompor. Jangan pula memanaskan dengan microwave. Pemanasan di microwave bukan saja akan menghancurkan kandungan vitamin di dalam ASI, tapi juga menimbulkan titik-titik panas (hot spots) yang bisa “membakar” lidah atau mulut bayi.
  • Bila Anda ingin mencairkan ASI beku, kurang lebih setengah jam sebelum waktu menyusui tiba, ambil wadah ASI dari lemari pendingin.
  • Hangatkan dengan memegang wadah tersebut di bawah air mengalir yang hangat atau rendam di mangkuk yang berisi air hangat(bukan air mendidih). Secara bertahap tingkatkan suhu air sampai ASI cair dan hangat.
  • Kocok wadah penampung ASI sebelum ASI diberikan pada bayi.
ASI perah sudah tidak terlalu dingin tersebut dapat diberikan menggunakan cangkir atau sendok kecil yang bersih. Bila menggunakan cangkir, tempelkan bibir cangkir pada bibir bawah bayi dan biarkan bayi menggunakan lidahnya untuk meminum ASI (tidak ditumpahkan). Selain itu, yang memberi ASI perah dengan sendok/cangkir tersebut harus orang lain, bukan Anda. Agar ada konsistensi, sehingga bayi tahu kalau dari Anda ia menyusu dan kalau dari orang lain ia minum ASI perah menggunakan sendok/cangkir. Diharapkan, ia tidak akan mengalami “bingung puting”.
Sebaiknya Anda tidak menyimpan atau membekukan ulang sisa susu yang tidak dihabiskan bayi agar bayi terhindar dari risiko diare.
Cara pemberian dengan menggunakan cangkir :
  • Ibu atau yang memberi minum bayi, duduk dengan memangku bayi.
  • Punggung bayi dipegang dengan lengan.
  • Cangkir diletakkan pada bibi bawah bayi.
  • Lidah bayi berada diatas pinggir cangkir dan biarkan bayi mengisap ASI dari dalam cangkir (saat cangkir dimiringkan).
  • Beri sedikit waktu istirahat saat bayi menelan.

Friday, April 25, 2014

9:37 PM

LIMA CEMILAN TERBAIK UNTUK IBU HAMIL



Wanita hamil biasanya menyukai ngemil alias memakan makanan kecil selain makanan utama. Namun ada kalanya camilan yang dikonsumsi tidak menambah nilai gizi apapun, selain karbohidrat berlebih yang akan menjadi lemak.

Nah, berikut ini adalah 5 jenis camilan yang bernilai gizi tinggi, bernutrisi dan kaya manfaat bagi janin dan juga kesehatan ibu hamil tanpa menambah lemak di tubuh.
  •  Kuaci bunga matahari. Siapa sangka jika kuaci biji bunga matahari adalah camilan sehat yang menyimpan banyak nutrisi baik. Kandungan zat besi, lemak tak jenuh, antioksidan pada kuaci sangat baik bagi perkembangan otak bayi dan juga ibu hamil.
  • Labu kuning. Labu kuning memiliki kandungan serat yang mampu melancarkan pencernaan. Ibu hamil yang biasanya mengalami sembelit, dianjurkan mengkonsumsi labu kuning yang kaya serat dan juga antioksidan.
  • Minyak ikan. Asam lemak omega 3 yang ada pada minyak ikan membantu pertumbuhan otak bayi dan sistem syarafnya menjadi sempurna. Selain itu, minyak ikan juga menghindarkan ibu dan janin dari kecacatan.
  • Madu dan yogurt. Kandungan kalsium pada yogurt dan madu serta vitamin A, dan D membantu pembentukan tulang janin dan mencegah tulang ibu hamil mengeropos. Energi atau karbohidrat yang dihasilkan dengan mengkonsumsi madu pun tidak akan memicu diabetes.
  • Ubi. Makanan yang sering dianggap tak bergengsi ini ternyata amat baik dijadikan camilan untuk ibu hamil. Asam folat dan vitamin serta antioksidan dalam ubi berguna bagi pertumbuhan janin, tanpa membuat ibu jadi kegemukan jika sering mengkonsumsinya.

Thursday, April 24, 2014

12:48 AM

KENALI PENYAKIT MENINGITIS

Meningitis mudah menular, bisa disebabkan oleh bakteri atau virus dan jamur. Jika tak ditangani secepatnya dengan baik bisa mengakibatkan kondisi yang sangat serius, diantaranya tuna ganda, seperti lumpuh dan gangguan mental.

Penularan

Meningitis sangat menular, yaitu melalui cairan ludah atau ingus ketika anak bersin, bicara, tertawa maupun batuk dan terhirup oleg orang lain ketika mereka bernapas. Penularan juga dapat terjadi jika balita makan atau minum bersama penderita dari piring dan gelas yang sama. Bahkan, memakai handuk, memegang bekas tisu yang baru dipakai membersihkan hidung, juga bisa menjadi media penularan. Penderita meningitis masih akan menularkan penyakitnya selama mereka masih menunjukkan gejala penyakit tersebut. Bahkan, penderita menagitis yang  penyebabnya bakteri, masih dapat menularkan penyakitnya sekitar 24 jam setelah mereka diberi antibiotik.

Penyebab

Umumnya penyebab adalah bakteri atau virus, kadang-kadang pula disebabkan jamur, protozoa maupun parasit. Dibandingkan dengan meningitis yang disebabkan virus, meningitis yang disebabkan bakteri agak jarang terjadi. Namun, meningitis yang disebabkan bakteri bisa mengakibatkan kondisi yang sangat serius jika tak ditangani dengan baik. Misalnya terjadi tuna ganda, seperti lumpuh dan gangguan mental.

Gejala

Muncul beberapa hari setelah balita menderita batuk pilek, diare dan muntah-muntah, yang merupakan tanda-tanda infeksi bakteri atau virus. Antara lain:
  • Demam (sekitar 39º C)
  • Lesu, lemah dan rewel.
  • Sakit kepala dan mata sensitif terhadap cahaya.
  • Kaku kuduk, kadang-kadang ruam kulit dan kulitnya berwarna kuning serta kejang.
  • Tidak mau makan, atau minum susu.
  • Kedinginan.
  • Menangis menjerit-jerik seperti kesakitan.
  • Ubun-ubun bayi yang masih terbuka mungkin tampak menonjol dan keras.
  • Pada bayi yang mash kecil, gejala-gejala klasik bisa terlihat malas menyusu, serta tampak lesu dan lemah sekali.
Masa inkubasi: 2-14 hari

Penanganan

Begitu balita terdiagnosa menderita meningitis, dia perlu dirawat di rumah sakit. Dengan penanganan yang maksimal, meningitis yang disebabkan bakteri dapat sembuh sekitar 3 minggu. Usahakan balita banyak mengonsumsi cairan dan istrirahat.

Pencegahan:

  • Lakukan imunisasi HiB/pneumokokus.
  • Jaga kebersihan dengan mencuci tangan yang bersih, terutama sebelum makan.
  • Hindari kontak dengan seseorang yang sedang tampak sakit.
  • Hindari berbagai makanan atau minuman dari piring atau gelas yang sama.

Wednesday, April 23, 2014

10:45 PM

MAKANAN PENINGKAT JUMLAH SPERMA


Jumlah sperma yang rendah pada pria bisa disebabkan oleh beberapa faktor, seperti kekurangan mineral zinc atau vitamin. Oleh karena itu, para pria juga perlu memperhatikan asupan makanan yang dikonsumsinya untuk meningkatkan kesuburan, sehingga dapat memperbesar peluang kehamilan. Berikut beberapa makanan yang dapat meningkatkan kesuburan dan jumlah sperma Anda.

Brokoli

Kurangnya vitamin A membuat sperma pria menjadi lamban dan kurang subur. Brokoli mengandung banyak vitamin A yang dapat Anda konsumsi sebagai makanan peningkat kesuburan. Selain brokoli, Anda juga bisa mengonsumsi paprika merah, bayam, ubi jalar, dan wortel, untuk memenuhi sumber vitamin A Anda.

 

 

 

Asparagus 

Asparagus adalah 'senjata' lain untuk melawan radikal bebas. Asparagus mengandung vitamin C, yang dapat melindungi sperma dari kerusakan, serta meningkatkan motilitas dan volume sperma.

 

Ginseng

Akar afrodisiak ini telah digunakan untuk mengobati infertilitas selama ratusan tahun. Ginseng dapat meningkatkan aliran darah ke alat kelamin pria. Beberapa penelitian bahkan menemukan, zat-zat yang terkandung di dalamnya membantu mengatasi disfungsi ereksi.

 

Bawang Putih

Bawang putih juga merupakan salah satu jenis rempah penyubur kaum pria. Bawang putih mengandung dua zat 'ajaib', yaitu allicin yang dapat meningkatkan aliran darah ke organ genital dan melindungi sperma dari kerusakan, serta selenium-- antioksidan yang meningkatkan motilitas sperma. Anda dapat mengonsumsi 1-2 siung bawang putih dalam sehari.

 

Tiram


Tiram merupakan pangan yang kaya zinc, yaitu sumber terbaik yang dapat membantu produksi sperma para pria. Selain tiram, Anda bisa mendapatkan zinc dari jenis makanan lain, seperti kalkun, biji labu, lobster, dan kerang.

 

 

 Dark Chocolate


Dark chocolate mengandung asam amino yang telah terbukti untuk melipatgandakan sperma dan volume air mani pria. Makanan yang satu ini juga tinggi antioksidan. Bahkan, khasiatnya hampir menyaingi buah delima dan acai berry. Antioksidan adalah 'senjata besar' untuk melawan radikal bebas, yang juga memengaruhi infertilitas pria. Namun, konsumsi dark chocolate juga perlu dikontrol, karena masalah berat badan juga dapat menyebabkan ketidakseimbangan hormon testosteron yang bisa menurunkan jumlah sperma pria.

Pisang



Pisang diklaim sebagai buah yang dapat meningkatkan libido dan mengatur hormon seks pria, karena mengandung enzim yang disebut bromelain. Selain itu, pisang juga kaya vitamin C, A, dan B1 yang dapat meningkatkan kemampuan kelenjar testis untuk memproduksi sperma.